Minggu, 10 April 2016

Cerpen : Dalam Diam



 Dalam Diam

Karya :Khadijah Fitri Srg

Hai nama aku Runa tapi aku lebih sering di panggil ran karna kenapa? Karna aku suka lari dan tepatnya lari dari kenyataan hahaha. Aku baru aja masuk SMA baru pakai seragam putih abu-abu hehe.Cepat sekali waktu berlalu , perasaan baru aja pakai seragam putih biru sekarang uda SMA aja.Jadi teringat masa SMP dulu masa yang paling indah yang sayang untuk di lupakan, tertawa lepas bersama teman –teman ngerasa tidak ada beban pergi entah kemana sesuka hati saja.Sekarang itu hanya menjadi kenangan yang disimpan di album masa depan kita masing-masing.Tak terasa waktu cepat sekali berlalu rasanya ingin sehari saja meluapkan isi hati dan bercanda ria bersama mereka teman-teman seperjuangan sewaktu SMP dulu.Ini kisah ku , kisah dimana semua berawal dari dia.Dia yang menjadi sosok terindah bagi ku.Kisah yang jadi pengalaman hidup ku yang sampai sekarang masih terbayang di benak ku.


Di malam setelah aku baru saja selesai mengerjakan tugas yang menumpuk , aku langsung berbaring ke tempat tidur ku.Ku pandangi langit-langit yang menghiasi kamar ku.Yah, seperti biasa aku melamun memandang ke atas entah apa yang dicari.Semua pikiran ini jadi campur aduk seperti es cendol yang kuminum sore tadi.Mereka menari-nari di otak ku.Memaksa ku tuk kembali mengingat dia.Hayalan kecil yang mampu membuat ku tersenyum bahagia.

Tiba-tiba saja Gubrakkk!!!.Tersadar aku dari lamunan ku “Ah mengapa harus dia ?” (ucap ku dalam hati).Kenapa tiba-tiba dia berlari-lari di pikiranku?Mengapa dia yang menjadi sosok di lamunanku? Dia teman SMP ku yang sangat aku kagumi secara diam-diam.Dia dalah seorang yang ku pandangi dari jauh.Melihat senyumnya saja sudah menenangkan hatiku.Senyum yang menghiasi lesung pipi nya yang tak hilang-hilang merasuki ruang-ruang kecil di otak ku.

Kalau uda ngebahas tentang dia pasti gak ada habis-habisnya.Malahan langit-langit kamarku yang tadi nya polos berwarna putih tiba-tiba saja  seperti pelangi yang terlukis sosok nya , lamunan ku tentang nya tak habis sampai disini saja.Kupandangi terus lukisan itu , aku seperti ada di ruang teater yang menjadi penonton sekaligus menjadi pelaku dalam drama itu.

Aku berpikir “Apa ini cinta?emang cinta itu apa?sejenis makanan ringankan kah?atau hanya kagum semata?”(Ujar ku sambil tertawa).

Defenisi cinta saja aku tak tahu,boro-boro bilang cinta sama dia.Ahh ini bukan cinta ini hanya rasa suka dan kagum saja mana  mungkin bocah ingusan yang masih SMP merasakan yang namanya cinta , sangat mustahil.

Kuputar kembali memori dulu.Kita kenal sewaktu kelas 8 dan kita satu kelas juga.Awal nya aku tak begitu suka dan tertarik dengan sikap dia ,sikap cuek kepada semua orang.Tetapi seiring berjalannya waktu sikap nya yang memang cuek itu , tapi terlihat jelas itu bukan karna dia sombong hanya saja memang begitu kodrat yang diberikan Allah kepada nya.Sifat cuek dan tidak acuh pada orang lain , terkadang aku suka dengan sikap nya itu disitulah sisi keren dirinya.

Saat kelas 8 waktu demi waktu , aku dengar  dari temannya bahwa dia menyukaiku.Tetapi hanya saja dia tidak bisa menyampaikannya kepada ku.Pernah suatu ketika dia menyampaikannya lewat gerak –gerik dan tingkah laku nya yang aneh hanya saja bukan dari ucapan yang dia sampaikan,dia tau pasti aku mengerti akan kelakuan nya itu.Karena aku tahu dia bukan orang yang to the point atau spontan akan hal yang menyangkut masalah hati ini ,aku dan dia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya.

Sampai kelas 9 pun dia tahu aku masih menyimpan rasa padanya , aku juga tahu dia masih menyimpan rasa itu.Tak ada kata yang mampu dia ucapkan padaku hanya pesan singkat yang dia berikan dan tingkah laku yang menggambarkan semuanya , aku tahu itu.

Sampai dimana dia mengucapkan rasa dan benak nya bahwa dia menyukaiku selama ini.Aku tidak tahu harus berkata apa aku hanya terdiam ,terbujur kaku dan tak menjawab apapun.Mungkin mulai dari tidak ada jawaban dan respon dari ku dia menjadi sosok asing bagiku.Dia menjauh seperti tidak ada apa-apa diantara kami berdua.Dia menjadi sosok yang tidak sama sekali aku kenali lagi akan sikapnya pada ku.

Entah apa yang menyebabkan dia seperti itu dia tahu mengapa aku tidak merespon pertanyaan nya itu ,dia pasti tahu aku bukan tipe orang yang seperti itu.Aku rasa dia mengerti tetapi nyata nya tidak! tidak sama sekali dia tak mengerti akan diriku.Menjadi teman ku saja dia tidak mau lagi dengan sikap nya yang menganggapku sebagai musuh dan sampah yang seharusnya di buang dan di hempaskan.”Seburuk itu kah aku?” (ucap ku).

Setelah perpisahan sekolah saja tak ada kata perpisahan yang dia ucapkan padaku , melihat wajah ku saja mungkin dia tak mau.Aku menyadari dan mencoba memperbaiki diri bahwa aku yang salah mengapa jika tak dari dulu ku rasakan kehadiran nya.Maaf hanya kata ini yang mampu ku ucapkan padanya.Maaf seribu maaf.

Tak kusadari air mata sudah menetes di pipi ku.Ada sisi dimana jika menceritakan tentang dirinya aku tersenyum dan aku menangis dengan rasa penyesalan.Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya , berdoa agar cita-cita nya menjadi pemain bola seperti Messi itu terwujud.Messi merupakan Pemain Barcelona yang dia sukai sampai sekarang.Mungkin kekalahan Barcelona El Classico melawan Real Madrid di Liga Champions kemarin membuatnya kesal dan bahkan sedih,karena club bola yang dia sukai itu kalah yang skornya 2-1.

Ku jadikan semua pengalaman yang ku lalui waktu itu sebagai acuan,pedoman,dan pelajaran untuk di ambil hikmahnya  untuk masa yang akan datang masa depan ku nanti.

Hmmm ,semua berubah menjadi hitam langit-langit kamar ku sudah tak berwarna lagi tidak seperti pelangi lagi.”Ini bukan waktu yang pas untuk memutar album masa lalu yang kelam” (Ku hapus air mata di pipiku).

Aku jadi teringat , 2 hari yang lalu dalam mimpiku dia datang.Bukan dia tetapi luka lama yang mengingatkan.Hanya mimpi tapi sangat berarti untuk ku.Belakangan ini dia selalu ada dalam sesi mimpi ku hahaha.Dia selalu menjadi tokoh utama dalam drama singkat mimpi yang menjadi bunga tidur ku.Di ibaratakan dia tokoh utama pria sebagai pangerannya dan aku tokoh utama wanita sebagai putrinya seperti dongeng Cinderela saja.

Kebanyakan orang bilang jika kita mimpi seseorang yang kita sukai berarti orang yang kita sukai tersebut sedang memikirkan kita dan rindu pada kita atau bahkan sebaliknya kita yang  memikirkan nya dan rindu padanya.Ahh entah lah mungkin saja itu hanya mitos nenek moyang atau mungkin saja ada benar nya juga “Aku berharapnya sih memang benar  hahaha” ( Ucap ku dalam hati ).

 Aku berfikir“Apa aku yang rindu pada sosok nya? apa dia yang rindu pada ku? ini merupakan teka-teki yang sampai sekarang tak biasa kupecahkan” (Sambil tertawa ku berkata).

Masih terngiang sebutan “Si Nenek Lampir” yang sering kau ucapkan jika kau kesal padaku.

Aku jadi teringat waktu kita berbincang waktu di sekolah.                            Aku bertanya padanya“Mengapa kamu memanggil ku seperti itu?”(Tanyaku kesal).                                                                                                        “Karena kamu sering marah-marah kalau kutip uang kas sama aku jadi aku panggil kamu    nenek lampir aja makannya jangan sering marah-marah ya” (Jawab nya sambil mengejek).

            Hanya kejadian itu saja ingin rasanya ku ulangi lagi , ku putar waktu agar aku bisa menikamati rasa itu.Rindu kata yang cocok menggambarkan isi hati ku , kata yang mampu menguras air mata ku.Rindu yang tak berujung yang tak tahu kapan hilangnya sebelum aku bertemu dengan nya.Rindu sosok yang ku kagumi diam-diam.

Aku rindu semua yang berhubungan tentang dia.Ingin rasanya aku bertemu pada dia dan mengatakan ”Bagaimana kabar mu?apakah masih seperti yang dulu? apa masih mengingatku? apakah masih ada rasa itu?”.

Detik ini saja dia masih menjadi sosok yang terindah , menjadi sosok istimewa.Aku jatuh cinta diam-diam hanya dalam hati dan dalam doa.Hanya dalam doa dan sujud ku kepada Allah kusampaikan.Hanya maaf yang dapat kuperbuat.Kita memang sudah tak sejalan jarak yang memisahkan .Apa ini rencana Allah? Agar aku tak pernah lihat sebab dari penyesalan ku.Penyesalan yang menghantui ku sejak lama , penyesalan yang menjadikannya jauh dari ku. Memang benar “Penyesalan selalu datang belakangan kalau di depan berarti pendaftaran”.

Aku tidak ingin menjadi milik nya  hanya saja penyesalan ku mengapa kututup hati ku?mengapa aku tak jujur saja pada nya dan mengapa pula aku bohongi diriku?.Sifat ku yang mengubahnya, mata ku tertutup , tubuhku membeku yang menjadi sebab kepergiannya.

Aku bukan jatuh cinta tetapi aku jatuh hati pada nya.Aku terpikat pada semua yang ada di dirinya.Yang ku inginkan satu tetap lah menjadi yang dulu yang cuek tapi sangat berarti untuk ku.Aku berdoa kepada Allah jika diberi kesempatan izin kan aku untuk meminta maaf dan jujur tentang hati ku pada nya suatu saat nanti.Cinta dalam diam lebih indah dari pada cinta yang di umbar-umbar tetapi tidak tahu ujungnya.Perjalanan hidup bagaikan roda yang berputar kadang kita diatas kadang juga kita di bawah , seperti itu juga cinta semua ada masa nya.


“Jika memang dia di takdirkan hanya untuk mu sampai kapan pun akan menjadi milikmu , jadi tenanglah semua akan indah pada waktunya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar