Cerpen : Dalam Diam
Dalam Diam
Karya :Khadijah Fitri Srg
Hai nama aku Runa tapi
aku lebih sering di panggil ran karna kenapa? Karna aku suka lari dan tepatnya
lari dari kenyataan hahaha. Aku baru aja masuk SMA baru pakai seragam putih
abu-abu hehe.Cepat sekali waktu berlalu , perasaan baru aja pakai seragam putih
biru sekarang uda SMA aja.Jadi teringat masa SMP dulu masa yang paling indah
yang sayang untuk di lupakan, tertawa lepas bersama teman –teman ngerasa tidak
ada beban pergi entah kemana sesuka hati saja.Sekarang itu hanya menjadi
kenangan yang disimpan di album masa depan kita masing-masing.Tak terasa waktu
cepat sekali berlalu rasanya ingin sehari saja meluapkan isi hati dan bercanda
ria bersama mereka teman-teman seperjuangan sewaktu SMP dulu.Ini kisah ku ,
kisah dimana semua berawal dari dia.Dia yang menjadi sosok terindah bagi
ku.Kisah yang jadi pengalaman hidup ku yang sampai sekarang masih terbayang di
benak ku.
Di malam setelah aku
baru saja selesai mengerjakan tugas yang menumpuk , aku langsung berbaring ke
tempat tidur ku.Ku pandangi langit-langit yang menghiasi kamar ku.Yah, seperti
biasa aku melamun memandang ke atas entah apa yang dicari.Semua pikiran ini
jadi campur aduk seperti es cendol yang kuminum sore tadi.Mereka menari-nari di
otak ku.Memaksa ku tuk kembali mengingat dia.Hayalan kecil yang mampu membuat
ku tersenyum bahagia.
Tiba-tiba saja
Gubrakkk!!!.Tersadar aku dari lamunan ku “Ah mengapa harus dia ?” (ucap ku dalam
hati).Kenapa tiba-tiba dia berlari-lari di pikiranku?Mengapa dia yang menjadi
sosok di lamunanku? Dia teman SMP ku yang sangat aku kagumi secara
diam-diam.Dia dalah seorang yang ku pandangi dari jauh.Melihat senyumnya saja
sudah menenangkan hatiku.Senyum yang menghiasi lesung pipi nya yang tak
hilang-hilang merasuki ruang-ruang kecil di otak ku.
Kalau uda ngebahas
tentang dia pasti gak ada habis-habisnya.Malahan langit-langit kamarku yang
tadi nya polos berwarna putih tiba-tiba saja
seperti pelangi yang terlukis sosok nya , lamunan ku tentang nya tak
habis sampai disini saja.Kupandangi terus lukisan itu , aku seperti ada di
ruang teater yang menjadi penonton sekaligus menjadi pelaku dalam drama itu.
Aku berpikir “Apa ini
cinta?emang cinta itu apa?sejenis makanan ringankan kah?atau hanya kagum
semata?”(Ujar ku sambil tertawa).
Defenisi cinta saja aku
tak tahu,boro-boro bilang cinta sama dia.Ahh ini bukan cinta ini hanya rasa
suka dan kagum saja mana mungkin bocah
ingusan yang masih SMP merasakan yang namanya cinta , sangat mustahil.
Kuputar kembali memori
dulu.Kita kenal sewaktu kelas 8 dan kita satu kelas juga.Awal nya aku tak
begitu suka dan tertarik dengan sikap dia ,sikap cuek kepada semua orang.Tetapi
seiring berjalannya waktu sikap nya yang memang cuek itu , tapi terlihat jelas
itu bukan karna dia sombong hanya saja memang begitu kodrat yang diberikan
Allah kepada nya.Sifat cuek dan tidak acuh pada orang lain , terkadang aku suka
dengan sikap nya itu disitulah sisi keren dirinya.
Saat kelas 8 waktu demi
waktu , aku dengar dari temannya bahwa
dia menyukaiku.Tetapi hanya saja dia tidak bisa menyampaikannya kepada
ku.Pernah suatu ketika dia menyampaikannya lewat gerak –gerik dan tingkah laku
nya yang aneh hanya saja bukan dari ucapan yang dia sampaikan,dia tau pasti aku
mengerti akan kelakuan nya itu.Karena aku tahu dia bukan orang yang to the
point atau spontan akan hal yang menyangkut masalah hati ini ,aku dan dia
terlalu gengsi untuk mengungkapkannya.
Sampai kelas 9 pun dia
tahu aku masih menyimpan rasa padanya , aku juga tahu dia masih menyimpan rasa
itu.Tak ada kata yang mampu dia ucapkan padaku hanya pesan singkat yang dia
berikan dan tingkah laku yang menggambarkan semuanya , aku tahu itu.
Sampai dimana dia
mengucapkan rasa dan benak nya bahwa dia menyukaiku selama ini.Aku tidak tahu
harus berkata apa aku hanya terdiam ,terbujur kaku dan tak menjawab
apapun.Mungkin mulai dari tidak ada jawaban dan respon dari ku dia menjadi
sosok asing bagiku.Dia menjauh seperti tidak ada apa-apa diantara kami berdua.Dia
menjadi sosok yang tidak sama sekali aku kenali lagi akan sikapnya pada ku.
Entah apa yang
menyebabkan dia seperti itu dia tahu mengapa aku tidak merespon pertanyaan nya
itu ,dia pasti tahu aku bukan tipe orang yang seperti itu.Aku rasa dia mengerti
tetapi nyata nya tidak! tidak sama sekali dia tak mengerti akan diriku.Menjadi
teman ku saja dia tidak mau lagi dengan sikap nya yang menganggapku sebagai
musuh dan sampah yang seharusnya di buang dan di hempaskan.”Seburuk itu kah
aku?” (ucap ku).
Setelah perpisahan
sekolah saja tak ada kata perpisahan yang dia ucapkan padaku , melihat wajah ku
saja mungkin dia tak mau.Aku menyadari dan mencoba memperbaiki diri bahwa aku
yang salah mengapa jika tak dari dulu ku rasakan kehadiran nya.Maaf hanya kata
ini yang mampu ku ucapkan padanya.Maaf seribu maaf.
Tak kusadari air mata
sudah menetes di pipi ku.Ada sisi dimana jika menceritakan tentang dirinya aku
tersenyum dan aku menangis dengan rasa penyesalan.Aku hanya bisa berdoa yang
terbaik untuknya , berdoa agar cita-cita nya menjadi pemain bola seperti Messi
itu terwujud.Messi merupakan Pemain Barcelona yang dia sukai sampai
sekarang.Mungkin kekalahan Barcelona El Classico melawan Real Madrid di Liga
Champions kemarin membuatnya kesal dan bahkan sedih,karena club bola yang dia
sukai itu kalah yang skornya 2-1.
Ku jadikan semua
pengalaman yang ku lalui waktu itu sebagai acuan,pedoman,dan pelajaran untuk di
ambil hikmahnya untuk masa yang akan
datang masa depan ku nanti.
Hmmm ,semua berubah
menjadi hitam langit-langit kamar ku sudah tak berwarna lagi tidak seperti
pelangi lagi.”Ini bukan waktu yang pas untuk memutar album masa lalu yang
kelam” (Ku hapus air mata di pipiku).
Aku jadi teringat , 2
hari yang lalu dalam mimpiku dia datang.Bukan dia tetapi luka lama yang mengingatkan.Hanya
mimpi tapi sangat berarti untuk ku.Belakangan ini dia selalu ada dalam sesi
mimpi ku hahaha.Dia selalu menjadi tokoh utama dalam drama singkat mimpi yang
menjadi bunga tidur ku.Di ibaratakan dia tokoh utama pria sebagai pangerannya
dan aku tokoh utama wanita sebagai putrinya seperti dongeng Cinderela saja.
Kebanyakan orang bilang
jika kita mimpi seseorang yang kita sukai berarti orang yang kita sukai
tersebut sedang memikirkan kita dan rindu pada kita atau bahkan sebaliknya kita
yang memikirkan nya dan rindu
padanya.Ahh entah lah mungkin saja itu hanya mitos nenek moyang atau mungkin
saja ada benar nya juga “Aku berharapnya sih memang benar hahaha” ( Ucap ku dalam hati ).
Aku berfikir“Apa aku yang rindu pada sosok
nya? apa dia yang rindu pada ku? ini merupakan teka-teki yang sampai sekarang
tak biasa kupecahkan” (Sambil tertawa ku berkata).
Masih terngiang sebutan
“Si Nenek Lampir” yang sering kau ucapkan jika kau kesal padaku.
Aku jadi teringat waktu
kita berbincang waktu di sekolah. Aku bertanya
padanya“Mengapa kamu memanggil ku seperti itu?”(Tanyaku kesal).
“Karena kamu sering marah-marah kalau kutip uang kas sama aku jadi aku
panggil kamu nenek lampir aja makannya
jangan sering marah-marah ya” (Jawab nya sambil mengejek).
Hanya
kejadian itu saja ingin rasanya ku ulangi lagi , ku putar waktu agar aku bisa
menikamati rasa itu.Rindu kata yang cocok
menggambarkan isi hati ku , kata yang mampu menguras air mata ku.Rindu yang tak
berujung yang tak tahu kapan hilangnya sebelum aku bertemu dengan nya.Rindu
sosok yang ku kagumi diam-diam.
Aku rindu semua yang
berhubungan tentang dia.Ingin rasanya aku bertemu pada dia dan mengatakan
”Bagaimana kabar mu?apakah masih seperti yang dulu? apa masih mengingatku?
apakah masih ada rasa itu?”.
Detik ini saja dia
masih menjadi sosok yang terindah , menjadi sosok istimewa.Aku jatuh cinta
diam-diam hanya dalam hati dan dalam doa.Hanya dalam doa dan sujud ku kepada
Allah kusampaikan.Hanya maaf yang dapat kuperbuat.Kita memang sudah tak sejalan
jarak yang memisahkan .Apa ini rencana Allah? Agar aku tak pernah lihat sebab
dari penyesalan ku.Penyesalan yang menghantui ku sejak lama , penyesalan yang
menjadikannya jauh dari ku. Memang benar “Penyesalan selalu datang belakangan
kalau di depan berarti pendaftaran”.
Aku tidak ingin menjadi
milik nya hanya saja penyesalan ku
mengapa kututup hati ku?mengapa aku tak jujur saja pada nya dan mengapa pula
aku bohongi diriku?.Sifat ku yang mengubahnya, mata ku tertutup , tubuhku
membeku yang menjadi sebab kepergiannya.
Aku bukan jatuh cinta
tetapi aku jatuh hati pada nya.Aku terpikat pada semua yang ada di dirinya.Yang
ku inginkan satu tetap lah menjadi yang dulu yang cuek tapi sangat berarti
untuk ku.Aku berdoa kepada Allah jika diberi kesempatan izin kan aku untuk
meminta maaf dan jujur tentang hati ku pada nya suatu saat nanti.Cinta dalam
diam lebih indah dari pada cinta yang di umbar-umbar tetapi tidak tahu
ujungnya.Perjalanan hidup bagaikan roda yang berputar kadang kita diatas kadang
juga kita di bawah , seperti itu juga cinta semua ada masa nya.
“Jika memang dia di
takdirkan hanya untuk mu sampai kapan pun akan menjadi milikmu , jadi tenanglah
semua akan indah pada waktunya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar